Ketika berbicara di depan jumpa pers periodik, juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng memberitahukan bahwa barisan pakar ekonomi dan perdagangan kedua pihak tetap mempertahankan hubungan erat, tapi menolak mengeluarkan komentar tentang kemungkinan memberikan balasan kalau pengenaan tarif baru yang dilaksanakan AS terhadap barang impor dari Tiongkok menjadi efektif.

Menurut rencana, AS akan mengenakan tarif tambahan 15% terhadap barang impor Tiongkok sebesar lebih dari 160 miliar USD. Taraf tarif ini akan berpengaruh terhadap bermacam jenis barang seperti telepon genggam, labtop, permainan anak-anak dan pakaian. Kalau dua pihak mencapai satu permufakatan menunda tarif baru maka ini akan merupakan satu langkah prospektif menuju ke penghentian ketegangan dagang antara dua pihak.