Para legislator Jepang mengunjungi Kuil Yasukuni (Ilustrasi) (Foto: AFP/VNA)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok, Lu Kang meminta kepada Jepang supaya “berfikir secara mendalam” tentang sejarah serta “perlu mencapai kepercayaan dari negara-negara tetangga Asia dan komunitas internasional dengan tindakan kongkrit”.

Sementara itu, dari Seoul, Ibukota Republik Korea, seorang pejabat Kemlu negara ini juga menyatakan “kekhawatiran yang mendalam” atas pengiriman benda-benda sajian yang dilaksanakan PM Shinzo Abe ke Kuil Yasukuni.

Kuil Yasukuni merupakan tempat memuja lebih dari 2,5 juta orang Jepang yang tewas dalam Perang Dunia II, di antaranya ada para penjahat perang kelas A. Republik Korea dan negara-negara tetangga lain menganggap Kuil Yasukuni sebagai simbol dari militerisme Jepang pada abad XX dan selalu memprotes keras kunjungan atau pengiriman benda-benda sajian yang dilaksanakan oleh para pejabat Jepang kepada kuil ini.