Sebelumnya, pada Minggu malam (30/6), ratusan pemuda Hong Kong telah berkumpul di jalan-jalan di luar Pusat Konferensi-Pameran Hong Kong untuk mencegah pemerintahan mengadakan upacara bendera tersebut. Akan tetapi, dengan langkah-langkah khusus yang dilakukan pemerintahan Hong Kong, upacara bendera tersebut berlangsung secara lancar. Ratusan polisi Hong Kong telah dikerahkan untuk menjamin keamanan dalam upacara bendera tersebut.
Pada hari itu juga, Pemerintahan Zona Administrasi Istimewa Hong Kong (Tiongkok) telah mengutuk para demonstran yang mau menduduki kantor badan legislatif, di antaranya, menegaskan bahwa semua tindakan kekerasan itu tidak bisa diterima masyarakat.
Uni Eropa, pada hari yang sama, mengimbau untuk mengekang diri dan melakukan dialog guna mengusahakan solusi setelah ratusan demonstran Hong Kong (Tiongkok) menduduki kantor badan legislatif Zona Administrasi Istimewa ini. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Jeremy Hunt menekankan bahwa tidak bisa menerima tindakan kekerasan, tapi warga Hong Kong tetap berhak melakukan demonstrasi secara damai, sesuai dengan hukum.
