Juru bicara Kemlu Tiongkok, Hua Chunying (Foto: Kantor Berita Vietnam)

Namun, dia menyatakan bahwa ketegangan di semenanjung Korea telah menunjukkan tanda-tanda turun suhu karena upaya-upaya dari semua fihak, meskipun masalah ini masih rumit dan sensitif. Dia mengeluarkan pernyataan ini hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson mengeluarkan sinyal-sinyal tentang kemungkinan melaksanakan pembicaraan dengan RDRK pada “masa depan yang dekat”. Sebelumnya, pada Selasa (22 Agustus), AS telah mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap 16 perusahaan dan perseorangan Tiongkok dan Rusia dengan tuduhan bersangkutan dengan program senjata nuklir RDRK.