Ketika berbicara di depan kalangan pers pada Kamis (31 Mei), Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, Gao Feng menegaskan bahwa Beijing tidak ingin ada eskalasi ketegangan dagang antara Tiongkok dan AS dan percaya bahwa dua negara punya potensi yang besar untuk mendorong kerjasama.

Pernyataan tersebut dikeluarkan pada latar belakang ketegangan perdagangan antara dua perekonomian yang paling besar di dunia-bisa dilihat ada tanda turun suhu setelah perundingan-perundingan antara para pejabat senior dua negara di Washington DC pada awal bulan Mei telah meledakan kembali ketika Washington pada Selasa (29 Mei) mengumumkan bahwa AS masih tetap mempertahankan ancaman tentang peningkatan tarif terhadap komoditas Tiongkok yang diimpor ke negera ini, seiring dengan perluasan kebijakan membatasi investasi dari perusahaan-perusahaan Tiongkok di wilayah AS.