Dalam pidato arahannya pada konferensi tersebut, Wakil PM Pham Gia Tuc menekankan bahwa peningkatan ekspor merupakan salah satu tugas utama, penting, dan mendesak. Untuk mengatasi berbagai kendala serta melaksanakan solusi secara efektif dalam waktu mendatang, beliau meminta Kementerian Industri dan Perdagangan untuk memimpin dan berkoordinasi erat dengan kementerian, instansi, serta pemerintah daerah dalam menyusun secara tepat waktu rencana pengelolaan dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pengelolaan negara pada setiap periode. Selain itu, beliau menekankan tujuh fokus utama. Yang pertama, fokus mengatasi hambatan terkait sumber daya produksi dan pengembangan sektor industri/komoditas. Kedua, meningkatkan kemampuan dalam memenuhi standar, regulasi teknis, ketertelusuran asal-usul produk, dan pembangunan berkelanjutan. Ketiga, mengatasi kesulitan di bidang keuangan, logistik, dan infrastruktur pendukung ekspor. Keempat, terus mendorong reformasi prosedur administrasi guna mengurangi waktu dan biaya kepatuhan bagi pelaku usaha. Kelima, meningkatkan pengembangan pasar, sistem peringatan dini, dan promosi dagang. Keenam, meningkatkan mekanisme koordinasi antara kementerian, sektor, pemerintah daerah, asosiasi, dan pelaku usaha. Ketujuh, memperkuat koordinasi, analisis, dan tata kelola kegiatan ekspor-impor.

Wakil PM Pham Gia Tuc menekankan: “Pengembangan produksi adalah bidang yang perlu kita fokuskan dalam waktu mendatang. Hanya dengan produksi yang stabil, kita dapat meningkatkan ekspor. Kita tetap bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan FDI, namun industri kita saat ini sebagian besar masih bergerak di bidang manufaktur penunjang dan industri pendukung. Model industri seperti ini sangat sulit untuk mendorong pertumbuhan ekspor maupun mencapai kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, Kementerian Industri dan Perdagangan perlu melakukan penelitian serta melaporkan kepada pihak berwenang mengenai pembangunan dan penguatan kapasitas ekspor yang mandiri hingga tahun 2030 dengan visi sampai tahun 2045.”