Isi pembicaraan telepon tersebut menunjukkan arti penting perdamaian dan kestabilan di kawasan serta menekankan peranan langkah-langkah diplomatik dan dialog dalam mengurangi ketegangan sekarang ini.

Setelah pembicaraan telepon antara Presiden Rusia, Vladimir Putin dan timpalan-nya dari Turki, Istana Kremlin memberitahukan bahwa Rusia juga berseru supaya memecahkan perselisihan melalui dialog dan konsesi. Sementara itu, Amerika Serikat menegaskan akan mengusahakan cara untuk mengurangi situasi tegang di daerah Teluk.

Pada Senin (05 Juni), Arab Suadi, Yaman, Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain telah berturut-turut memutuskan hubungan dengan Qatar, menciptakan keretakan hubungan yang paling buruk selama beberapa tahun ini antara beberapa negara paling kuat di dunia Arab. Setelah pertemuan Kabinet pada Senin (05 juni), Deputi Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus juga memberitakukan bahwa Ankara ingin memecahkan perselisihan ini. Beberapa negara yang lain juga berseru memecahkan perselisihan dengan dialog.