Sebelumnya, Partai Keadilan dan Pengembangan (AKP) pimpinan Presiden Turki, Tayyip Erdogan juga telah membentuk persekutuan dengan Partai gerakan bangsa (MHP).

Menurut rencana, pemilihan-pemilihan presiden dan parlemen di Turki akan diselenggarakan pada 24/6 mendatang. Kalangan analis menilai bahwa kalau persekutuan pimpinan Presiden Erdogan menang dalam pemilu mendatang, dia akan terus memegang jabatan sebagai Presiden Turki dengan hak eksekutif baru yang diesahkan dalam referendum pada tahun 2017. Semua pilpres tahun ini berlangsung lebih dini setahun terbanding dengan rencana.