Di depan para anggota Partai Keadilan dan Perkembangan yang berkuasa di Parlemen, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki bersedia memberikan semua kontribusi untuk menghentikan perang dan mencapai gencatan senjata yang berjangka panjang di Jalur Gaza. Sementara itu, seorang pejabat Turki memberitahukan bahwa meskipun sudah tercapanya gencatan senjata di Lebanon, tapi apabila tidak tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza akan tidak menstabilkan situasi di Timur Tengah.

Tidak seperti Israel dan para mitra Barat, Turki tidak menganggap Pasukan Islam Hamas sebagai satu organisasi terorisme dan secara rutin menyambut kedatangan beberapa anggota senior dari organisasi ini.