Warga menunggu barang bantuan di Mariupol, Ukraina, pada 23 Maret 2022. Foto: Xinhua/VNA

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina, Oleksandr Motuzyanyk mengatakan bahwa situasi di kota pelabuhan Mariupol "sangat sulit" dan pasukan tentara Rusia belum dapat sepenuhnya mengontrol kota di bagian tenggara ini.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menyatakan bahwa Kiev tidak memiliki kontak diplomatik tingkat kementerian manapun dengan Moskow dan situasi di pelabuhan Mariupol dapat menjadi "garis merah" dalam proses perundingan. Ukraina telah menolak ultimatum Rusia supaya menyerah meletakkan di pelabuhan Mariupol, tempat di mana Moskow mengatakan bahwa pasukan Rusia sudah hampir mengontrol sepenuhnya setelah hampir dua bulan pertempuran.

Pada hari yang sama, Istana Kremlin mengatakan bahwa Ukraina terus-menerus mengubah pendiriannya dalam masalah-masalah yang diungkapkan dalam perundingan damai.