Pada Jumat (29 November), Presiden Volodymyr Zelensky telah untuk pertama kalinya mengeluarkan pernyataan bahwa Ukraina siap menyerahkan tanahnya kepada Rusia untuk menghentikan perang. Dia memberitahukan, setelah gencatan senjata disepakatkan, Kiev bisa melakukan perundingan “diplomatik” untuk menerima kembali wilayah bagian Timur yang sedang dikontrol Rusia.
Pernyataan terkini Presiden Volodymyr Zelensky menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pendirian Ukraina dibandingkan dengan sebelumnya, ketika Kiev menyatakan akan terus memerangi Rusia hingga dikembalikan dengan wilayah yang diakui secara internasional, termasuk Semenanjung Krimea dan wilayah bagian Timur negara ini.
Perubahan ini berlangsung ketika Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump siap dilantik dengan janji akan mengakhiri perang pada “hari pertama”. Sementara itu, dukungan terhadap satu kesepakatan perdamaian juga sedang meningkat di antara para sekutu Eropa.
