Perselisihan bermula dari perbedaan pandangan tentang apakah Uni Eropa sebaiknya memfasilitasi ekspor pupuk Rusia melalui pelabuhan-pelabuhan Eropa, bahkan dalam situasi di mana perusahaan-perusahaan pupuk ini berhubungan dengan sejumlah individu dan entitas yang berada dalam daftar sanksi. Beberapa berpendapat bahwa pembatasan Uni Eropa akan menimbulkan ancaman terhadap ketahanan pangan bagi negara-negara berkembang, sementara yang lain berpendapat bahwa pelonggaran akan menciptakan "celah" yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik perusahaan-perusahaan pupuk untuk menghindari sanksi.
Menurut ketentuan, rekomendasi paket sanksi ke-9 harus disahkan oleh Dewan Eropa dan Parlemen Eropa barulah bisa berlaku.
