![]() |
Menurut kalangan otoritas Eropa, semua bank sering tidak memetuhi ketentuan tentang pemberantasan pencucian uang pada saat banyak badan manajemen di negara-negara Uni Eropa tidak memecahkan sepenuhnya situasi ini dan belum mengatasi lubang-lubang dalam ketentuan sekarang ini.
Para pemimpin Uni Eropa menganggap bahwa negara-negara anggota sebaiknya mempertimbangkan pemberdayaan yang lebih banyak kepada Uni Eropa untuk memperbaiki pengawasan terhadap perilaku pelanggaran keuangan di berbagai bank.
Pada hari yang sama, Komisi Eropa juga mengumumkan hasil peninjauan, di antaranya mengeluarkan penilaian terhadap 10 kasus pencucian uang yang terbongkar di berbagai bank dari tahun 2012-2018. Peninjauan Uni Eropa juga termasuk organisasi-organisasi peminjaman yang dihentikan aktivitas karena tuduhan pencucian uang seperti bank “ABLV” dari Latvia, bank “Pilatus Bank” dari Malta atau bank “FBME Bank” dari Siprus.

