Claude Juncker menyatakan bahwa penegakan kembali ketertiban dan keamanan Uni Eropa merupakan target bersama antara Uni Eropa dan Rusia, menyatakan harapan agar Presiden Vladimir Putin akan menjalankan target ini pada masa bakti berikutnya.

Seruan Claude Junker tersebut dikeluarkan pada latar belakang hubungan antara Rusia dan Inggris menjadi tegang yang bersangkutan dengan tuduhan London bahwa Moskwa berdiri di belakang kasus serangan racun terhadap mantan mata-mata "bermuka dua" Rusia, Sergei Skripal dan anak perempuan-nya, Yukia diracuni di Kota Salisbury, Inggris.