![]() |
Sedangkan, pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia merasa sangat kecewa atas keputusan Presiden Donald Trump yang menarik diri dari pemufakatan nuklir Iran. Kemlu ini menyatakan membuka kemungkinan melakukan kerjasama lebih lanjut lagi dengan semua fihak peserta penandatanganan permufakatan nuklir Iran dan akan terus mengembangkan hubungan bilateral dengan Iran.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pada Selasa (08 Mei), telah mendesak kepada negara-negara peserta penandatanganan permufakatan nuklir Iran supaya menaati komitmen-komitmen-nya setelah Presiden Donald Trump menyatakan menarik diri dari permufakatan ini. Dia juga menyatakan kekhawatiran yang mendalam atas keputusan AS tersebut.

