Rudal Balistik Iran (Foto: AFP/VNA)

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada tanggal 13/10 telah menolak membenarkan bahwa Teheran menaati JCPOA – satu tanda yang menunjukkan bahwa “pemilik” Gedung Putih sedang menuju ke cara pendekatan yang lebih keras terhadap Iran bersangkutan dengan program rudal balistik negara ini. Pada hari yang sama, Kementerian Keuangan AS telah mengenakan sanksi-sanksi terhadap Pasukan Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) dengan tuduhan “pasukan ini membantu organisasi-organisasi teror di Timur Tengah”. Gerak-gerik Presiden Donald Trump sama artinya dengan perihal selama 60 hari mendatang, Kongres AS akan memutuskan apakah mengenakan kembali embargo-embargo yang pernah dihapuskan untuk ditukar dengan Iran membatasi aktivitas memgayakan uranium nuklir Iran atau tidak. Para sekutu AS dan Rusia serta banyak organisasi internasional telah memperingatkan pengaruh-pengarau negatif kalau Washington menghapuskan JCPOA atau mengenakan kembali embargo-embargo yang telah dihapuskan.