Ilustrasi (Foto:nytimes.com)

Ketika berbicara di depan kalangan pers, Guenther Oettinger menyatakan bahwa semua masalah seperti hak warga negara Uni Eropa di Inggris pada masa depan dan masalah perbatasan Inggris dengan Irlandia memerlukan perkembangan sebelum perundingan-perundingan dagang bisa dimulai. Menurut dia, pada tahun 2013, Inggris telah sepakat memberikan sumbangan kepada anggaran keuangan Uni Eropa sampai akhir tahun 2020 dan London harus meneruskan pemberian sumbangan sesuai dengan komitmen-nya sampai tahun 2023.

Sebelumnya, pada Jumat (01 September), Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox menyatakan akan tidak memberikan konsesi tentang pembayaran sebesar puluhan miliar Euro menurut usulan Uni Eropa untuk meninggalkan persekutuan ini. Dia juga mendesak kepada Uni Eropa supaya cepat melakukan semua perundingan untuk membahas hubungan antara dua fihak pada masa depan.