Sebelumnya, pada sidang di Brussels pada hari yang sama, pada permulaannya mayoritas pemimpin Uni Eropa mendukung rencana memperpanjang waktu 1 tahun terhadap Brexit. Namun, setelah perdebatan-perdebatan antara para pemimpin negara-negara, Presiden Perancis, Emmanuel Macron dan pemimpin beberapa negara lain seperti Belgia, Austria… telah meminta supaya memperpendek batas waktu itu, terlampir dengan tuntutan harus menerima komitmen pasti dari London yang tidak melakukan intervensi pada urusan Uni Eropa dalam waktu tinggalnya.
Kalau Perdana Menteri Inggris, Theresa May menerima perpanjangan ini, Inggris akan tinggal di Uni Eropa hingga setelah pemilu Parlemen Eropa yang direncanakan berlangsung pada tanggal 22/5 ini. Oleh karena itu, Inggris akan harus berpartisipasi dalam seluruh proses tersebut.
Dalam satu perkembangn terkini, PM Inggris, Theresa May, pada Kamis (11/4), menyatakan bahwa negara ini tetap bisa meninggalkan Uni Eropa secara tertib sebelum tanggal 22/5 ini.
