Berbicara kepada kalangan pers di Yerevan (Armenia), Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Uni Eropa tetap mematuhi perjanjian perdagangan yang telah sepakat dengan AS pada tahun lalu. Ia juga menekankan bahwa Uni Eropa mengedepankan kepentingan bersama, kerja sama, dan kepercayaan blok tersebut, namun juga tetap siaga menghadapi segala skenario.
Sebelumnya, Presiden Trump menyatakan bahwa tarif terhadap mobil dan truk dari Uni Eropa dapat dinaikkan dari 15% menjadi 25%. Meski belum mengumumkan langkah konkret, Komisi Eropa menyatakan tetap membuka semua opsi jika AS benar-benar menerapkan tarif baru tersebut. Sebelumnya, Parlemen Eropa telah meratifikasi persyaratan perjanjian perdagangan Uni Eropa–AS, namun sesuai prosedur blok tersebut, dokumen terakhir masih perlu dinegosiasikan dengan negara-negara anggota.
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan agar Uni Eropa siap mengaktifkan instrumen anti-pemaksaan perdagangan (ACI). ACI merupakan sebuah mekanisme kuat yang dirancang untuk menghadapi tekanan geopolitik dari luar. Ia mengkritik ancaman tersebut dan menganggap “ancaman yang dapat menimbulkan instabilitas”. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa perlu menggunakan instrumen yang telah dibentuk sesuai dengan tujuannya.
