Penemuan-penemuan yang berdasarkan pada data yang dikumpulkan oleh Organisasi Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan PBB (UNESCO) di 27 negara yang sedang mengalami situasi darurat, menunjukkan bahwa Niger, Chad, Sudan Selatan dan Republik Afrika Tengah mempunyai prosentasi buta huruf yang paling tinggi.

Pada latar belakang itu, UNICEF menekankan perlu menjamin sumber biaya yang sesuai bagi program-program pendidikan, khususnya pada periode krisis kemanusiaan. UNICEF memprakirakan bahwa selama 4 tahun mendatang, organisasi ini akan mengeluarkan dana kira-kira 1 miliar USD per tahun bagi program-program pendidikan.