Pada Senin sore (4 Mei), dalam pertemuan dengan Departemen Medis Militer dan Direktorat Jenderal Logistik dan Layanan Teknis mengenai tugas-tugas yang diberikan dalam “Kampanye 500 hari untuk memperkuat pencarian, pengumpulan, dan identifikasi tulang belulang martir” (Kampanye 500 Hari), Mayor Jenderal Tran Minh Duc, Kepala Direktorat Jenderal Logistik dan Layanan Teknis, menekankan bahwa “Kampanye 500 Hari” adalah kampanye khusus. Oleh karena itu, semua lembaga dan unit terkait harus berupaya untuk bertindak dan mencapai semua target yang telah ditetapkan dalam kampanye tersebut.

Sebelumnya, “Kampanye 500 Hari” telah diluncurkan oleh Wakil Perdana Menteri Pemerintah Pham Thi Thanh Tra, selaku Ketua Badan Pengarah Nasional untuk pencarian, pengumpulan, dan identifikasi tulang belulang martir. Ini merupakan pertama kalinya kegiatan pencarian dan identifikasi martir “dikampanyekan” secara nasional, dengan target yang konkret, batas waktu yang jelas, serta mobilisasi terkoordinasi dari berbagai pihak, termasuk tentara, pemerintah daerah, sektor ilmu pengetahuan, dan keluarga para martir.

“Upaya mencari, mengumpulkan, dan mengidentifikasi tulang belulang martir merupakan ungkapan mendalam dari prinsip moral “minum air, ingat pada sumbernya”, merupakan tanggung jawab politik suci dari Partai, Negara, dan rakyat Vietnam, serta ungkapan rasa terima kasih kepada orang-orang yang telah mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tanah Air.

Peluncuran “Kampanye 500 Hari” bukan hanya sebuah inisiatif aksi, melainkan juga penegasan tekad dari seluruh sistem politik. Kolonel Le Hong Viet, Inspektur Politik Markas Komando Militer Provinsi Quang Tri sekaligus Wakil Ketua Badan Pengarah 515 Provinsi Quang Tri, menyampaikan:

“Provinsi Quang Tri bertekad untuk menyelesaikan target pencarian mayat 240 martir dalam jangka waktu kampanye selama 500 hari. Khusus untuk pemeriksaan ADN, kami secara kuat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan rencana yang konkret pada setiap tahap, guna mempercepat proses pemulangan para martir ke kampung halaman dan kembali ke sisi kawan seperjuangan mereka.

“Kampanye 500 Hari” tersebut menargetkan untuk mencari dan mengumpulkan sekitar 7.000 tulang belulang prajurit yang gugur (baik di dalam maupun luar negeri), menaksir dan menguji sekitar 18.000 sampel ADN, guna mencocokkan identitas martir dengan data gen kerabat; sekaligus melakukan pembersihan dan penjinakan di wilayah-wilayah yang masih ada bom, ranjau, dan bahan peledak sisa perang.