Warga keluar dari stasiun kereta bawah tanah di Tokyo, Jepang. Foto: Kyodo/VNA |
Konkretnya, menurut ILO, ada sekitar 52,4% penduduk di dunia yang sedang mendapat sponsor sosial, meningkat hampir 10 poin persen sejak tahun 2015 dan ini untuk pertama kalinya prosentase ini melampaui angka 50%. ILO menilai bahwa inilah kemajuan yang patut disambut, meskipun dalam kenyataan 3,8 miliar orang masih belum mendapat sponsor sosial, menekankan bahwa lebih dari 75% anak-anak di dunia masih belum bisa memperoleh kepentingan-kepentingan ini. ILO memperingatkan, laju penyempitan kesenjangan ini terlalu lambat.
Direktur Jenderal ILO, Gilbert Houngbo menyatakan kekhawatiran yang mendalam terhadap rendahnya prosentase sponsor sosial di banyak negara yang terkena dampak parah akibat perubahan iklim. Menurut dia, banyak negara sedang menderita akibat-akibat yang paling mengerikan dari krisis ini, tetapi tidak diperlengkapi secra penuh untuk mampu memecahkan akibat-akibat terhadap lingkungan dan mata pencaharian masyarakat.

