Kunjungan tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah pesan pertama RDRK disampaikan ke pemerintahan Presiden Joe Biden tentang masalah Pyong Yang perlu bersedia dengan skenario dialog dan konfrontasi dengan AS, terutama perlu “siap sepenuhnya” untuk skenario konfrontasi, bersamaan itu menekankan “pengontrolan yang stabil” situasi Semenanjung Korea. Para pakar mengatakan bahwa Sung Kim melakukan kunjungan di Republik Korea adalah gerak-gerik yang dianggap sebagai sinyal yang menunjukkan bahwa Washington telah bersedia berlibat kembali ke Pyong Yang.

Utusan Khusus Nuklir AS, Sung Kim berencana akan melakukan pertemuan bilateral dengan Utusan Khusus Nuklir Republik Korea, Noh Kyu-duk dan berpartisipasi dalam sidang trilateral dengan Utusan Khusus Noh Kyu-duk dan Jepang, Takehiro Fanakoshi pada Senin (21 Juni).