Menurut WHO, varian Delta, yang juga disebut “mutasi ganda” karena ia memiliki dua mutasi, mampu menular 55% lebih tinggi daripada varian Alpha yang ditemukan untuk pertama kalinya di Inggris, dan akan cepat menjadi populer dan “mencakup” kasus-kasus infeksi di seluruh dunia.

Untuk pertama kalinya ditemukan pada Oktober 2020, varian Delta menjadi ancaman terbaru terhadap upaya memadamkan wabah Covid-19 di seluruh dunia. WHO telah memasukkan varian ini ke dalam kelompok yang mencemaskan, bersama dengan varian Alpha (Inggris), Beta (Afrika Selatan), dan Gamma (Brasil).