Dengan demikian, hingga saat ini Vietnam telah menandatangani 18 perjanjian perdagangan bebas, termasuk sejumlah FTA generasi baru dengan standar tinggi.
Penandatanganan VEFTA memiliki makna strategis yang mendalam di tengah dinamika perdagangan global yang penuh gejolak, meningkatnya persaingan geopolitik, ketatnya persaingan perdagangan, serta munculnya kembali paham proteksionisme.
Menurut ekonom Le Duy Binh, Direktur Economica Vietnam, penandatanganan perjanjian perdagangan bebas generasi baru dengan standar tinggi ini menunjukkan upaya dan komitmen kuat Vietnam terhadap proses integrasi internasional dan perdagangan bebas yang berdasarkan hukum.
“Perjanjian ini akan membantu Vietnam mendiversifikasi rantai pasokan. Dengan demikian, Vietnam memperoleh lebih banyak peluang untuk mendiversifikasi sumber pasokan teknologi, bahan baku, bahan pembantu, farmasi, serta berbagai bahan input yang melayani produksi dan pengolahan di dalam negeri. Langkah ini sekaligus mengurangi risiko ketika pasar-pasar besar lainnya mengalami gejolak.”
Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) antara EFTA dan Vietnam bukan sekadar perjanjian untuk membuka akses pasar. Perjanjian ini menjadi bukti bertemunya kepentingan antara Eropa, yang tengah mencari mitra ekonomi tepercaya, dan Vietnam, yang semakin menegaskan posisinya dalam rantai pasokan dan perdagangan internasional.
