![]() |
Di depan konferensi ini, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Viet Nam, Nguyen Quoc Cuong menegaskan bahwa semua kawasan dan semua negara sedang menghadapi peluang dan tantangan yang berselang-seling serta multi-dimensi, terutama peningkatan kesenjangan dalam perkembangan, kesenjangan tentang pendapatan, lapangan kerja, diversifikasi kaya miskin, ketidak-setaraan gender, tantangan-tantangan global seperti terorisme, kriminalitas lintas nnasional, keamanan siber, kelaparan, kemiskinan, perubahan iklim dan lain-lain. Oleh karena itu, ASEM perlu menyatukan pemahaman dan tindakan untuk menjamin perkembangan yang berkesinambungan, kreatif dan bersifat mencakup yang menjadi target tertinggi dari pertumbuhan dan merupakan tengara pendorong bagi kesejahteraan di kawasan Asia dan Eropa. Semua kebijakan perkembangan dan gagasan ASEM perlu menempatkan warga sebagai sentral perkembangan, memperkuat paritipsasi warga dan memberikan kepentingan praksis kepada warga.
Konferensi ini bermaksud menggelarkan gagasan Viet Nam yang diesahkan pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEM ke-12 di Brussels, Belgia pada Oktober 2018. Konferensi ini diikutserta oleh 100 utusan dari semua kementerian, instansi dan daerah di Viet Nam dan 80 utusan internasional asal 53 negara anggota ASEM dan wakil organisasi internaisonal dan regional.

