Upacara tersebut dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) Vietnam, Le Minh Hung, PM Laos, Sonexay Siphandone, PM Kamboja, Hun Manet, PM Thailand, Anutin Charnvirakul, PM Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmão dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) ASEAN, Kao Kim Hourn.
Dalam upacara pembukaan, PM Vietnam, Le Minh Hung menegaskan bahwa ASEAN sedang berada dalam saat titik balik dalam proses pembangunan ketika berbagai prinsip fondasi dari ekonomi, teknologi dan kekuatan global sedang dibentuk kembali.
Menurut PM Le Minh Hung, beberapa dekade mendatang merupakan proses pembentukan masa depan ASEAN di tengah diamisnya. Untuk merealisasikan hasrat tersebut, PM Le Minh Hung menekankan:
“ASEAN perlu terus mengembangkan solidaritas, kemandirian dan semangat bhinneka tunggal ika. Semuanya nilai-nilai yang menciptakan keberhasilan dengan pendekatan yang lebih inovatif. ASEAN perlu mencapai konsensus dalam nilainya tetapi dinamis dalam tindakan, teguh pada prinsip, tetapi inovatif dalam metode, serta melestarikan identitas sekaligus proaktif mencipakan peluang di tengah perubahan zaman baru”.
Dalam perjalanan pelaksanaan Visi Komunitas ASEAN 2045, PM Le Minh Hung mengusulkan agar ASEAN berfokus pada tiga pilar strategis. Pertama, ASEAN tidak hanya berpartisipasi pada berbagai kecenderungan global, tetapi harus turut membentuk berbagai kecenderungan tersebut.
“ASEAN perlu menjadi pusat dialog, episentrum kerja sama dan sandaran kepercayaan. Hal ini merupakan kontribusi istimewa ASEAN terhadap perdamaian, stabilitas dan pembangunan di kawasan dan di dunia.
Kedua, menurut PM Le Minh Hung, ASEAN bukan sekadar pusat produksi, tetapi harus menjadi pusat inovasi kreatif.
Ketiga, ASEAN bukan sekadar perhimpunan bangsa-bangsa melainkan komunitas untuk masyarakat. Sebuah ASEAN yang sukses tidak hanya diukur dari skala Produk Bruto Domestik saja, tetapi juga dari berbagai peluang untuk generasi muda, peran untuk kaum perempuan, perlindungan terhadap kelompok rentan, di mana setiap masyarakat dapat merasakan bahwa ASEAN adalah komunitas mereka.
Menutup pidatonya, PM Le Minh Hung menegaskan Vietnam akan terus mendampingi ASEAN dengan tekad membentuk masa depan, serta turut membangun sebuah kawasan yang damai, stabil dan makmur.
