Dalam pidatonya pada konferensi tersebut, Wamenlu Vietnam, Dang Hoang Giang mengusulkan empat prioritas kerja sama untuk periode mendatang. Pertama, memperkuat hubungan bilateral yang substantif antara AS dan masing-masing negara Mekong, guna mendukung pembangunan kemitraan strategis MUSP. Kedua, mendorong konektivitas ekonomi melalui integrasi produksi, penguatan rantai pasok yang tangguh, serta pengembangan pasar gas alam cair (LNG). Ketiga, meningkatkan koordinasi dalam menghadapi tantangan keamanan non-tradisional, khususnya kejahatan siber, penipuan daring, perdagangan narkoba, dan perdagangan manusia. Keempat, pengelolaan sumber daya air tetap menjadi fokus utama kerja sama. Namun demikian, perlu didorong penerapan teknologi baru dan kecerdasan buatan (AI) dalam pengumpulan serta analisis data, sekaligus memodernisasi sistem pemantauan.
Sementara itu, Asisten Menlu AS, Michael DeSombre, menegaskan kembali bahwa Mekong merupakan komponen penting dalam kebijakan Indo-Pasifik AS. Ia juga mengumumkan bantuan sebesar 14 juta dolar AS untuk program-program kerja sama pada tahun 2026. Pada periode mendatang, melalui hubungan Kemitraan MUSP, AS berharap dapat mendukung terwujudnya subkawasan Mekong yang “lebih aman, kuat, dan makmur”.
