Ini merupakan inisiatif yang dicanangkan Republik Korea dengan sponsor Badan PBB urusan narkotika dan kriminalitas (UNODC), dengan partisipasi beberapa negara anggota PBB.

Dalam upacara tersebut, Duta Besar (Dubes) Do Hung Viet, Kepala Perwakilan Tetap Vietnam di PBB menegaskan bahwa Vietnam menghargai kerja sama dengan negara-negara, PBB, UNODC dan para mitra terkait. Ia juga menyatakan bahwa partisipasi beberapa negara ASEAN sebagai anggota pendiri telah memanifestasikan komitmen bersama dari kawasan dalam melaksanakan Konvensi ASEAN mengenai pencegahan dan pemberantasan perdagangan manusia, secara khusus perempuan dan anak-anak.

Dubes Do Hung Viet menekankan bahwa Konvensi UNODC atau Konvensi Hanoi merupakan kerangka penting untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menjuang tindakan-tindakan kriminalitas yang menggunakan teknologi, di antaranya perdagangan manusia, sekaligus mengimbau negara-negara terus menandatangani dan mengesahkannya agar Konvensi segera berlaku.

Kelompok Sahabat PBB mengenai pencegahan dan pemberantasan perdagangan manusia dengan penggunaan teknologi tinggi merupakan forum kerja sama tak resmi antarnegara untuk meningkatkan pemahaman, mendorong dialog, berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama antarnegara serta dengan berbagai organisasi internasional, sektor swasta dan perusahaan teknologi dalam mencegah dan memberantas perdagangan manusia yang adanya teknologi. Kelompok sahabat mempunyai 32 negara pendiri dari semua kawasan di dunia, di antaranya Vietnam.