![]() |
Ketika menjawab interviu tentang hasil PM Nguyen Xuan Phuc dalam event-event tersebut, Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Nguyen Quoc Dung menegaskan bahwa dalam peranan sebagai Ketua penerus ASEAN, PM Nguyen Xuan Phuc telah proaktif ikut serta dan memberikan sumbangan aktif dalam konferensi tersebut. PM menunjukkan pengarahan-pengarahan penting dalam mendorong dan meningkatkan hubungan ASEAN-Republik Korea dalam 30 tahun selanjutnya dengan 4 prioritas, yakni: Meningkatkan sifat strategis dalam hubungan, Memperhebat kerjasama ekonomi yang seimbang dan saling menguntungkan; Memperkuat konektivitas komprehensif; Bekerjasama untuk mengembangkan ekonomi kelautan dan lingkungan laut yang berkesinambungan. Semua prioritas ini sesuai dengan perhatian dan prioritas Republik Korea dan ASEAN; dan juga merupakan titik berat yang akan didorong Vietnam pada tahun ASEAN 2020. PM Nguyen Xuan Phuc menegaskan bahwa Vietnam terus berkoordinasi erat dengan negara-negara ASEAN untuk memperhebat lebih lanjut lagi hubungan kemitraan strategis dan kerjasama komprehensif dengan Republik Korea yang pantas dengan potensi dan keinginan kedua pihak. Pada konferensi, negara-negara ASEAN dan Republik Korea semuanya menyatakan kepercayaan dan menegaskan akan aktif mendukung Vietnam memegang dengan sukses peranan sebagai Ketua ASEAN 2020.
Deputi Menlu Nguyen Quoc Dung menegaskan bahwa kunjungan PM Nguyen Xuan Phuc di Republik Korea tersebut mencapai sukses baik di banyak segi, hasil kunjungan ini menciptakan prasyarat yang penting bagi dua negara untuk terus memperhebat perkembangan hubungan kemitraan kerjasama strategis ke ketinggian baru. Melalui berbagai pembicaraan dan pertemuan antara PM Nguyen Xuan Phuc dan para pemimpin Republik Korea, kunjungan ini telah memberikan impuls lagi dan memperdalam lebih lanjut lagi hubungan kerjasama ekonomi bilateral, mendorong perdagangan menurut arah yang seimbang, berkesinambungan dan cepat menyelesaikan target mencapai nilai perdagangan bilateral sebesar 100 miliar USD.
Dalam kunjungan tersebut, ada 8 naskah kerjasama yang telah ditandatangani di berbagai bidang, menciptakan dasar hukum penting dan menciptakan syarat yang kondusif bagi kerjasama bilateral untuk berkembang secara komprehensif. Ada lebih dari 30 Nota kesepahaman, Surat pengakuan investasi dan Keputusan haluan investasi yang telah ditandatangani dengan total nilai kira-kira 19,5 miliar USD.

