Dalam pidatonya pada konferensi tersebut, Letnan Jenderal Nguyen Van Long, Wakil Menteri Keamanan Publik Vietnam, menekankan bahwa Vietnam, Tiongkok, Laos, dan Myanmar sedang menghadapi dampak langsung dari situasi kejahatan narkoba di dunia.
Dalam konteks tersebut, Kementerian Keamanan Publik Vietnam telah mengusulkan kepada Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Kementerian Keamanan Publik Laos, dan Kementerian Dalam Negeri Myanmar untuk berkoordinasi melaksanakan kampanye klimaks sosialisasi serta menggelar operasi bersama dalam memerangi dan menindak kejahatan narkoba. Operasi ini akan berlangsung dari 15 Juni hingga 15 September 2026 di berbagai provinsi dan kota yang berbatasan langsung antara negara-negara tersebut, serta di berbagai kawasan lain yang dianggap sebagai titik rawan kejahatan narkoba di masing-masing negara.
Konferensi tersebut telah mengesahkan Rencana Aksi Bersama yang dilaksanakan secara terpadu melalui berbagai bentuk kerja sama penting. Di antaranya: Meningkatkan pertukaran informasi menggunakan jalur komunikasi langsung (hotline) dari tingkat pusat hingga daerah, serta melalui jaringan Kantor penghubung lintas batas (Border Liaison Office /BLO) di sepanjang perbatasan; Memperketat pengawasan di kawasan perbatasan, pintu lintas batas, jalur darat, sungai, laut, dan penerbangan; Melaksanakan operasi gabungan dalam penegakan hukum, dengan fokus pada pembongkaran jaringan kejahatan narkoba lintas negara serta wilayah-wilayah yang menjadi titik transit perdagangan narkoba ilegal.
