Acara tersebut dihadiri 20 Menteri Pendidikan yang berasal dari berbagai negara, bersama dengan para ahli dan perwakilan dari organisasi internasional dan regional.

Ilustrasi (Foto: VOV)

Laporan tersebut mencatat kemajuan yang signifikan. Menurut laporan tersebut, sejak tahun 2000, jumlah pelajar di seluruh dunia telah meningkat sebesar 327 juta, dan mencapai 1,4 miliar pada tahun 2024. Secara rata-rata, bertambah lebih dari 25 anak bersekolah setiap menit. Beberapa negara telah mencapai hasil yang mengesankan ketika dapat mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah dengan capaian 80% sejak tahun 2000, termasuk: Madagaskar dan Togo (pada kelompok anak-anak), Maroko dan Vietnam (pada kelompok remaja), Georgia dan Turki (pada kelompok pemuda). Pantai Gading juga dapat mengurangi separuh dari angka ini pada ketiga kelompok usia.

Namun, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa jumlah anak-anak dan remaja yang tidak bersekolah telah meningkat selama tujuh tahun berturut-turut, mencapai 273 juta orang. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penduduk, beberapa krisis, dan kekurangan anggaran keuangan. Selain itu, lebih dari seperenam anak-anak di dunia tinggal di daerah yang terdampak konflik sehingga menambah jutaan lagi ke daftar anak-anak yang tidak boleh bersekolah di luar data statistik sekarang.