Dengan hasil tersebut, Denmark menjadi negara kedua di UE yang menggalang hubungan Kemitraan strategis komprehenisf dengan Vietnam setelah Prancis.

Dalam pembicaraan tersebut, kedua belah pihak sepakat menetapkan kerja sama ekonomi-perdagangan dan investasi sebagai pilar penting dari hubungan Kemitraan strategis komprehensif. Pada saat yang sama, kedua belah pihak berkomitmen melaksanakan Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-UE (EV FTA) secara efektif, mendorong pembukaan pasar, memfasilitasi dunia usaha kedua negara untuk berpartisipasi secara mendalam pada rantai nilai dan rantai pasokan global, guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

Kedua pemimpin sepakat terus mengembangkan hubungan Kemitraan stategis yang hijau, menjadikan kerja sama transformasi energi, adaptasi dengan perubahan iklim dan pembangunan yang berkesinambungan sebagai prioritas kerja sama strategis dan jangka panjang.

Selain itu, Kedua negara juga sepakat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang infrastruktur strategis, pelabuhan laut, logistik, transportasi hijau dan konektivitas rantai pasokan.

Usai perundingan Sekjen sekaligus Presiden To Lam dan PM Mette Frederiksen menyaksikan upacara serah-terima berbagai naskah kerja sama antara berbagai kementerian, instansi, lembaga dan perusahaan kedua negara.

Masih pada hari yang sama, waktu setempat, di Kopenhagen, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menerima perwakilan Asosiasi Persahabatan Denmark-Vietnam, melakukan pertemuan dengan para pejabat dan staf Kedutaan Besar (Kedubes) dan komunitas orang Vietnam di Denmark, Irlandia dan pihak Swedia Selatan Beliau juga mengunjungi Museum Artistik Glyptotek, menghadiri Konser musik dalam rangka peringatan HUT ke-55 hubungan diplomatik Vietnam-Denmark (1971-2026).