Dalam pidatonya pada forum tersebut, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyampaikan kesan atas berbagai pencapaian besar India dalam pengembangan teknologi informasi, perangkat lunak, pelatihan insinyur, infrastruktur digital publik, pembayaran digital, industri farmasi, teknologi antariksa, kecerdasan buatan, dan semikonduktor. Beliau meminta agar forum tersebut fokus pada pembahasan dan pendorongan lima arah kerja sama utama, termasuk penetapan bidang-bidang prioritas kerja sama yang menitikberatkan pada teknologi strategis yang membentuk abad XXI. Bidang-bidang tersebut meliputi kecerdasan buatan, chip semikonduktor, teknologi digital, bioteknologi, energi bersih, dan manufaktur cerdas.
Sekjen, sekaligus Presiden To Lam menyampaikan: “Membangun ruang-ruang kerja sama baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi melalui proyek-proyek berskala besar serta mekanisme kerja sama jangka panjang, termasuk mendorong pembentukan Kemitraan Digital Vietnam-India. Pelaku usaha dari kedua negara perlu menjadi pelopor dan berani berinvestasi di bidang-bidang teknologi baru, memperkuat kerja sama penelitian dan pengembangan; sekaligus berpartisipasi dalam pembangunan proyek kerja sama yang bersifat simbolis, sehingga membawa hubungan Vietnam - India semakin menjadi intensif melalui keterkaitan produksi, transfer teknologi, dan partisipasi dalam rantai nilai global”.
Pada kesempatan ini, Sekjen sekaligus Presiden To Lam bersama Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vietnam serta Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India menyaksikan upacara penyerahan dokumen kerja sama antara lembaga penelitian, universitas, asosiasi, dan pelaku usaha dalam pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi kreatif, serta transformasi digital kedua negara.
Dalam rangka kunjungan kenegaraan ke India, pada Rabu sore (6 Mei), di ibu kota New Delhi, Sekjen sekaligus Presiden To Lam menerima Kusum Jain, Ketua Asosiasi Persahabatan India–Vietnam.
