Dalam pembicaraan setelah upacara penyambutan resmi, pada Senin sore (8 Juni) di Kota Hanoi, kedua PM sepakat untuk terus memperkuat kepercayaan politik; secara efektif mengimplementasikan hubungan Kemitraan Strategis Komprehensif; dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan, dan pemberantasan kejahatan transnasional.

Di bidang ekonomi, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan konektivitas transportasi, logistik, penerbangan, dan pariwisata serta memfasilitasi akses pasar bagi komoditas kedua negara. Kedua negara berupaya untuk segera mencapai target nilai perdagangan sebesar 25 miliar USD dan menuju 50 miliar USD.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang pertanian, ketahanan pangan, dan di bidang-bidang baru seperti ilmu pengetahuan, teknologi, kecerdasan buatan, transformasi digital, ekonomi digital, ekonomi hijau, energi, dan inovasi kreatif; serta mempromosikan konektivitas pelaku bisnis. Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat pertukaran antar masyarakat, kerja sama kebudayaan, pariwisata, dan hubungan kota kembar.

Kedua PM sepakat untuk melanjutkan koordinasi erat di dalam ASEAN dan berbagai mekanisme multilateral. Kedua pihak menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan sentralitas ASEAN; serta mempromosikan pendirian bersama ASEAN mengenai Laut Timur berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS 1982).