
Jurubicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Hai Binh
(Foto: vovo.vn)
Juga pada jumpa pers tersebut, para wartawan memberikan pertanyaan apakah blok migas yang diundang ikut tender oleh Perusahaan Umum Permigasan Haiyang Tiongkok (CNOOC) di Laut Timur, Laut Hoatung dan Laut Kuning berada di wilayah Vietnma atau di kawasan yang belum melakukan demarkasi antara Vietnam dan Tiongkok atau tidak, Jurubicara Le Hai Binh memberitahukan bahwa sekarang badan-badan fungsional Vietnam sedang mempelajari secara hati-hati undangan Tiongkok tersebut. Akan tetapi, pendirian konsekuen Vietnam ialah di kawasan dimana dua negara sedang mengalami perundingan dan melakukan demarkasi antara dua negara terhadap kawasan laut yang benar-benar bertumpang tindih di muara Teluk Tonkin, maka menurut hukum dan praktek internasional, tidak ada sesuatu fihak boleh melakukan aktivitas eksplorasi dan eksploitasi permigasan secara sefihak.
Tentang reaksi Vietnam kepada pengesahan sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Republik Demokrasi Rakyat (RDR) Korea, hari Rabu (2/3), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Hai Binh memberitahukan: “Pendirian konsekuen Vietnam ialah mendukung perdamaian, kestabilan dan denuklirisasi semenanjung Korea, nonproliferasi nuklir dan menuju ke penghapusan jenis senjata ini.
Vietnam berharap agar semua pihak yang bersangkutan aktif mendorong dialog, mengusahakan solusi damai bagi masalah-masalah di semenanjung Korea, memberikan sumbangan praksis dalam menjaga perdamaian dan kestabilan di kawasan dan di dunia.
Sebagai anggota yang bertanggung jawab dari komunitas internasional, Vietnam telah dan akan menaati secara serius semua Resolusi yang bersangkutan dari DK PBB”.
Vietnamese
中文
日本語
한국어
Français
Русский
Deutsch
Español
Bahasa Indonesia
ไทย
ພາສາລາວ
ខ្មែរ