Simposium ini diselenggarakan dalam rangka Persidangan ke-35 Komite Pencegahan Kriminalitas dan Peradilan Pidana (CCPCJ 35) di Markas PBB di Wina (Autria).
Pada simposium tersebut, Chu Tuan Duc, Wakil Kepala Direktorat Hukum dan Konvensi Internasional, Kementerian Luar Negeri, sekaligus Kepala delegasi Vietnam, menegaskan bahwa pembukaan penandatanganan konvensi tersebut di Kota Hanoi pada Oktober 2025 merupakan tonggak penting bagi kerja sama internasional di bidang pemberantasan kejahatan siber. Pada 17 April, Vietnam telah mengajukan dokumen ratifikasi kepada Sekretaris Jenderal PBB, sehingga menjadi negara pertama di Asia Tenggara dan ketiga di dunia yang menyelesaikan prosedur ratifikasi.
Sementara itu, wakil UNODC mengapresiasi kontribusi positif Vietnam sepanjang proses penyusunan konvensi tersebut. Diskusi pada simposium tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat internasional terhadap upaya penandatanganan, ratifikasi, dan implementasi Konvensi Hanoi dengan efektif. Komunitas internasional juga mengakui peran proaktif Vietnam dalam proses ini. UNODC berkomitmen akan memberikan dukungan teknis kepada negara-negara yang mempertimbangkan penandatanganan dan ratifikasi konvensi tersebut.
Box: Disahkan oleh Majelis Umum PBB pada 24 Desember 2024, dan dibuka untuk penandatanganan di Kota Hanoi pada Oktober 2025, Konvensi PBB mengenai Pemberantasan Kejahatan Siber menjadi konvensi internasional multilateral global pertama di bidang ini. Upacara pembukaan penandatanganan konvensi berhasil diselenggarakan oleh Vietnam dengan penandatanganan 72 negara peserta pada upacara tersebut.
