Demikian ditegaskan Shan Saeed, kepala ekonom global dari Grup Teknologi Properti Internasional Juwai IQI.

Menurutnya, data pertumbuhan triwulan I tahun 2026 menunjukkan bahwa Vietnam mencapai pertumbuhan tercepat sebesar 7,83 persen dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu. Sementara Indonesia tumbuh sebesar 5.61 persen dan Malaysia sebesar 5,4 persen yang didorong oleh konsumsi pribadi dan sektor produksi sebagai motor penggerak utamanya.

Shan Saeed menilai bahwa fondasi ekonomi makro yang kuat, yang diperkuat oleh cadangan devisa internasional yang melimpah, membantu negara-negara ini bertahan dengan baik di tengah tekanan suku bunga global dan risiko geopolitik.

Selain itu, berbagai keunggulan sumber daya alam strategis seperti minyak sawit di Malaysia dan Indonesia, serta hasil pertanian ekspor utama dari Vietnam dan Thailand terus memainkan peran sebagai jangkar ekonomi riil, guna menyokong pendapatan valuta asing dan neraca pembayaran nasional.