Profesor Koichi Ishikawa, Institut Penelitian Asia- UNiversitas Asia. (Foto:internet)

Demikian penegasan Profesor Koichi Ishikawa, Institut Penelitian Asia- Universitas Asia dalam keterangannya kepada Kantor Berita Vietnam, sehubungan dengan penandatanganan Perjanjian Kemitraan Progresif dan Komprehensif Transe Pasifik (CP TPP) di Cile pada waktu lalu.

Menurut Profesor Koichi Ishikawa, CP TPP memberlakukan banyak ketentuan baru di bidang perdagangan elektronik, asal-usul produk, hak kepemilikan intelektual, badan usaha milik Negara dan lain- lain....Oleh karena itu, CP TPP dianggap sebagai Permufakatan Perdagangan Bebas (FTA) untuk abad ke-21 dan akan menjadi model dari FTA dunia pada masa depan.

Profesor Koichi Ishikawa juga menganggap bahwa CP TPP akan menjadi peralatan efektif untuk mencegah perluasan kebijakan-kebijakan proteksi dari AS ketika Presiden Donald Trump sedang mengajukan banyak kebijakan kuat yang memanifestasikan haluan proteksi dagang, di anntaranya yang paling dini yalah pengenaan tarap tarif sebanyak 25% terhadap produk baja dan 10% terhadap produk aluminium impor.