Kedua pihak juga terus mendorong hubungan Kemitraan strategis komprehensif agar berkembang semakin substansial dan efektif. Hal tersebut disetujui oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Vietnam, Le Hoai Trung dan Kaja Kallas, Wakil Presiden Komisi Eropa sekaligus Utusan Senior Uni Eropa urusan Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan dalam pertemuan pada 23 Juli. Pertemuan tersebut berlangsung di sela-sela Konferensi ke-59 Menlu ASEAN dan berbagai konferensi terkait di Manila, Ibukota Filipina.
Menlu Le Hoai Trung mengumumkan bahwa Vietnam secara aktif dan serentak melaksanakan berbagai solusi pencegahan dan penanggulangan penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan dan tidak sesuai dengan ketentuan (IUU). Ia meminta Uni Eropa menilai semua perkembangan substansial dan langkah baru Vietnam secara obyektif dan menyeluruh, demi segera menghapuskan status “kartu kuning” terhadap hasil perikanan Vietnam. Menlu Le Hoai Trung juga meminta Uni Eropa mencatat seluruh upaya dan perkembangan konkret dari Vietnam serta meninjau kemungkinan untuk mengeluarkan Vietnam dari daftar wilayah yang tidak kooperatif dalam hal perpajakan pada sesi pengamatan terdekat. Bersamaan dengan itu, ia meminta Uni Eropa terus mendorong negara-negara anggotanya agar segera meratifikasi Perjanjian Proteksi Investasi antara Vietnam dan Uni Eropa (EVIPA).
Mengenai beberapa isu lain yang menjadi perhatian, Menlu Le Hoai Trung menegaskan bahwa Vietnam selalu menghargai memastikan dan mendorong hak asasi manusia dan menempatkan manusia pada sentralitas, tujuan dan motor penggerak pembangunan. Ia juga menekankan berbagai prestasi penting yang dicapai Vietnam dalam pembangunan sosial-ekonomi, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, keamanan, jaring pengaman sosial, kesetaraan gender dan secara berturut-turut meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
