Sekjen sekaligus Presiden To Lam menegaskan bahwa Vietnam selalu menghargai hubungan persahabatan dan kerja sama multidimensi dengan Swiss; serta berharap kedua pihak terus berkoordinasi secara erat, melaksanakan secara efektif, dan semakin memperdalam kerangka Kemitraan Komprehensif yang dibentuk pada Januari 2025. Beliau juga menegaskan bahwa Vietnam menganggap Swiss sebagai salah satu mitra utama di Eropa, serta berharap Swiss terus menjadi mitra terpercaya dalam era pembangunan baru Vietnam.
Sementara itu, Presiden Guy Parmelin menekankan bahwa pencapaian pembangunan Vietnam yang cepat dan menyeluruh “sangat mengesankan dunia”; serta menegaskan bahwa Swiss selalu menghargai dan ingin terus memperkuat kerja sama dengan Vietnam pada tahap baru.
Kedua pemimpin menekankan pentingnya peningkatan pertukaran untuk segera menyelesaikan negosiasi dan menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas antara Vietnam dan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), di mana Swiss menjadi anggotanya, guna menciptakan motor penggerak baru bagi kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral.
Mengenai kerja sama multilateral, kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan koordinasi di berbagai forum internasional dan dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa, guna berkontribusi dalam penyelesaian isu-isu internasional yang menjadi minat bersama, berdasarkan penghormatan terhadap hukum internasional, demi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan maupun di dunia.
