Sesi pembahasan yang dipimpin oleh Presiden Kolombia, Gustavo Petro Urrego, tersebut menarik partisipasi dan pidato dari perwakilan hampir 80 negara anggota PBB.

Pada sesi tersebut, Konselor Minister Nguyen Hai Luu, Wakil Kepala Perwakilan Tetap Vietnam untuk PBB, menekankan bahwa mediasi yang sukses perlu didasarkan pada penghormatan terhadap Piagam PBB, kemauan politik yang substansial dari semua pihak yang terlibat, dan dukungan yang objektif dan konsisten dari komunitas internasional. Kedaulatan dan keutuhan wilayah serta kemerdekaan politik semua negara harus dihormati dalam segala keadaan. Vietnam menentang ancaman atau penggunaan kekerasan, serta serangan militer terhadap negara-negara yang berdaulat di kawasan tersebut.

Pada kesempatan ini, perwakilan Vietnam juga menyerukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan maritim, kebebasan navigasi dan penerbangan sesuai dengan hukum internasional, khususnya Konvensi PBB tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS). Ia menegaskan dukungan Vietnam terhadap hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina, keanggotaan penuh Negara Palestina di PBB, dan solusi “dua negara” berdasarkan garis perbatasan sebelum tahun 1967, sesuai dengan hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.