Sidang tersebut dihadiri oleh lebih dari 650 delegasi dari 185 negara anggota. Delegasi Vietnam, yang dipimpin oleh Ngo Le Van, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) sekaligus Ketua Komisi Nasional UNESCO Vietnam, turut berpartisipasi dalam Persidangan tersebut.

Pada Persidangan tersebut, Wamenlu mengusulkan agar UNESCO dan negara-negara anggotanya terus memobilisasi sumber daya baru yang inovatif, memanfaatkan teknologi secara efektif, serta memperkuat keterkaitan antara Konvensi 2003 dan konvensi-konvensi budaya UNESCO lainnya, khususnya Konvensi 1972 tentang Perlindungan Warisan Budaya dan Alam Dunia.

Ketua Komisi Nasional UNESCO Vietnam menegaskan bahwa sebagai salah satu negara yang sejak awal bergabung dengan Konvensi 2003, Vietnam senantiasa memandang budaya sebagai fondasi spiritual masyarakat, sekaligus sebagai tujuan dan pendorong pembangunan berkelanjutan.

Sehubungan dengan selesainya masa tugas sebagai anggota Komite Antarpemerintah Konvensi 2003 periode 2022–2026, Wamenlu Ngo Le Van menegaskan bahwa Vietnam akan terus memainkan peran yang proaktif serta memberikan kontribusi yang positif dan bertanggung jawab, bekerja sama dengan UNESCO dan negara-negara anggota agar konvensi tersebut tetap menjadi kerangka kerja sama yang humanis dan efektif, serta berkontribusi bagi terciptanya dunia yang lebih beragam, inklusif, dan damai.