Selama 31 tahun terakhir, ASEAN tidak hanya menjadi ruang kerja sama strategis yang sangat penting bagi Vietnam, tetapi Vietnam juga diakui sebagai anggota yang aktif, bertanggung jawab, dan semakin memainkan peran utama dalam berbagai inisiatif di kawasan.
Doktor Bich Tran, peneliti politik internasional Perdana Menteri Le Minh Hung dan para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke-48. Foto: ASEANdi Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, mengatakan: “Sejauh ini, Vietnam telah tiga kali menjabat sebagai Ketua ASEAN. Pertama pada tahun 1998, hanya tiga tahun setelah bergabung dengan ASEAN. Kedua pada tahun 2010 dengan pencapaian penting berupa pembentukan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur dan Konferensi Menteri Pertahanan ASEAN Plus. Kedua forum tersebut kini menjadi platform kerja sama multilateral yang penting antara ASEAN dan delapan mitra dialog di luar kawasan. Ketiga pada tahun 2020, di tengah pandemi Covid-19, ketika Vietnam memimpin ASEAN merespons situasi secara fleksibel melalui penyelenggaraan berbagai pertemuan secara daring serta mengajukan sejumlah inisiatif untuk pemulihan sosial-ekonomi. Khususnya sejak tahun 2024 hingga sekarang, Vietnam telah mengusulkan dan mendorong penyelenggaraan Forum ASEAN guna menciptakan ruang bertukar ide mengenai masa depan pembangunan kawasan”.
Menilai tinggi peran aktif Vietnam selama 31 tahun terakhir, Duta Besar Malaysia untuk Vietnam, Dato’ Tan Yang Thai, menyatakan: “Vietnam senantiasa menjadi anggota ASEAN yang aktif, bertanggung jawab dan konstruktif, secara konsisten mendorong integrasi ekonomi, memupuk perdamaian dan stabilitas serta memperkuat tatanan kawasan yang berlandaskan hukum. Selama lebih dari tiga dekade terakhir, Vietnam telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pilar yang tidak tergantikan di ASEAN melalui berbagai kontribusi yang strategis dan substansial”.
Dengan mengembangkan prestasi selama 31 tahun terakhir, Vietnam akan terus berjalan bersama ASEAN dalam mewujudkan Visi Komunitas ASEAN 2045.
