Sebelumnya, Oseania merupakan satu-satunya benua yang belum mencatat keberadaan H5N1, virus yang telah menyebar secara global sejak tahun 2020 dan membunuh jutaan burung dan banyak hewan lainnya.

Kemunculan virus berbahaya ini menimbulkan kekhawatiran di Australia bahwa jenis influenza ini bisa menyebar dengan cepat ke pedalaman, berdampak parah terhadap pertanian dan satwa liar negara tersebut. Saat ini, belum ada tanda-tanda kematian massal unggas atau infeksi pada peternakan unggas komersial. Pemerintah Australia telah mengadakan sidang darurat dengan berbagai lembaga kesehatan hewan dan pertanian untuk membahas langkah-langkah respons nasional.