Menlu Vivian Balakrishnan menekankan bahwa pidato penting Sekjen sekaligus Presiden To Lam mencerminkan kesamaan tentang visi strategis antara Singapura dan Vietnam. Sekjen sekaligus Presiden To Lam menyinggung krisis mendasar, sebuah ketertiban dunia baru yang berpengaruh kuat terhadap negara-negara kecil dan menengah seperti Singapura dan Vietnam. Oleh karena itu, kita perlu mendiversifikasi lebih lanjut dan memerlukan para mitra yang berarah bersama untuk mengurangi rintangan perdagangan serta memperkuat integrasi. Berbagai institusi multilateral seperti Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mendukung upaya-upaya tersebut. Bersamaan itu, negara-negara perlu berpartisipasi pada dialog konstruktif dan membangun kepercayaan melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Ia juga menekankan bahwa di bawah kepemimpinan dan visi Sekjen sekaligus Presiden To Lam, Vietnam telah menjadi salah satu perekonomian yang bertumbuh paling cepat di dunia selama beberapa tahun terakhir dan mampu menjadi perekonomian yang besarnya nomor dua di ASEAN pada tahun 2031. Dengan penduduknya yang muda dan dinamis, berbagai sektor industri sains-teknik digital dengan teknologi tinggi dan satu rantai penting dalam rantai pasokan global, Vietnam memainkan peranan utama di kawasan pada beberapa tahun mendatang.