![]() |
Laporan UNCTAD menunjukkan bahwa wabah Covid-19 akan membuat beberapa negara mengalami kemerosotan, bersamaan itu memperlambat secara berarti laju pertumbuhan ekonomi global. Diperkirakan merebaknya wabah ini mungkin membuat pertumbuhan ekonomi global yang rendah di bawah 2,5% dan ini biasanya dianggap sebagai kemerosotan terhadap perekonomian dunia.
Pasar efek Asia, pada Selasa pagi (10 Maret) terjung bebas bursa efek The Wall Streets menyaksikan taraf penurunan yang paling kuat selama satu hari sejak krisis keuangan pada tahun 2008.
Sementara itu, pasar energi Asia bergelora kembali dalam sesi pembukaan pada Selasa (10 Maret) dengan taraf peningkatan mencapai lebih dari 6%, setelah menyaksikan laju penurunanyang paling kuat dari harga minyak dunia selama hampir 30 tahun ini. Namun, para analisis mengatakan bahwa ada kemungkinan harga minyak sangat sulit akan pulih dengan cepat karena wabah Covid-19 terus mengalami perkembangan yang rumit dan memberikan dampak terhadap kebutuhan pemasaran global.

