Setelah mengadakan pertemuan darurat pada Selasa (18 Agustus), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendukung upaya penanggulangan wabah tersebut. Ia mengakui bahwa situasi saat ini sulit dikendalikan, sementara tim-tim penanganan medis masih berpacu dengan cepatnya penyebaran penyakit.

Ini merupakan gelombang wabah Ebola ke-17 di Republik Demokratik Kongo sekaligus gelombang wabah yang paling banyak menelan korban jiwa dalam sejarah negara tersebut. Jumlah korban meninggal telah melampaui 2.299 orang yang tercatat dalam wabah yang berlangsung dari tahun 2018 hingga 2020.