Untuk jangka pendek (selama 24 bulan mendatang), laporan tersebut menilai situasi cuaca yang ekstrim menjadi bahaya yang paling besar di seluruh dunia, selanjutnya adalah krisis pencarian nafkah akibat wabah Covid-19 serta bahaya-bahaya karena tidak bertindakan tentang iklim.
Untuk jangka menengah (dari 2024- 2027), WEF mengedepankan risiko-risiko karena tidak bertindak tentang iklim, kemudian adalah cuaca ekstrim dan resesi keterkaitan sosial.
Untuk jangka panjang (dari 2027- 2032) selain bahaya tentang iklim, WEF juga menonjolkan ancaman tentang keanekaragaman hayati. Para ilmuwan menyatakan bahwa dunia sedang diancam dalam menghadapi event kepunahan massal kali ke-6 apabila kurang ada upaya-upaya untuk menghentikan dan membalikkan semua dampak-dampak dari sistem ekologi.
