Kepala kelompokteknik WHO, Maria Van Kerkhove mengatakan bahwa para peneliti sedang fokus mencari tahu mutasi-mutasi pada protein spike varian baru ini dan pengaruh mutasi-mutasi itu pada diagnosis dan langkah pengobatan serta vaksin pencegah.Menurut dia, para ilmuwan telah mendekati di bawah 100 sekuens gen yang lengkap dari varian baru ini.

Van Kerkhove mengatakan bahwa tim peneliti evolusi virus sedang menentukan tingkat berbahaya dari varian B.1.1.529 dan kemudian WHO akan memberi nama kepada varian ini.

Sebelumnya, pada 24 November, kalangan ilmuwan mengatakan bahwa ada banyak kemungkinan varian B.1.1.529 lebih berbahaya daripada varian virus SARS-CoV-2 lainnya dan memiliki kemampuan untuk menghindari sistem kekebalan.